Tulisan
Satu pertanyaan yang sama muncul di hampir setiap ruangan. Catatan di bawah ini adalah cara kami menjawabnya — ditulis untuk LinkedIn, dikumpulkan di sini.

Naskah yang sudah terbit di LinkedIn, versi penuhnya di sini.

Adolo, dalam bahasa Jawa, artinya "juallah".
Baca selengkapnya →
Setiap perusahaan punya HRD. Tidak ada yang punya RRD.
Baca selengkapnya →
Saya mendirikan sebuah perguruan tinggi.
Baca selengkapnya →Belajar AI sudah sampai mana?
Baca selengkapnya →Sebelum menjual audit ke siapa pun, saya mengaudit bisnis saya sendiri lebih dulu.
Baca selengkapnya →Banyak pemilik bisnis ingin di-franchise-kan sebelum bertanya: kalau saya pergi sebulan, tokonya masih berjalan sama persis atau tidak?
Baca selengkapnya →Sebelum kami merapikan struktur produk sendiri, semua hasil kerja menumpuk di satu folder datar — belasan berkas dari beberapa produk berbeda, berjajar tanpa pengelompokan.
Baca selengkapnya →Banyak orang bicara "otomasi" seolah itu satu hal. Padahal ada jarak besar antara mesin yang menjawab dan mesin yang memutuskan.
Baca selengkapnya →Rencana saya sederhana: kerjakan lima fase A.B.M.A.A pada bisnis saya sendiri, lalu tuliskan prosesnya apa adanya — termasuk angka sebelum dan sesudah.
Baca selengkapnya →Berapa lama tim Anda butuh untuk membalas pesan WhatsApp calon pelanggan yang baru masuk?
Baca selengkapnya →Sebagian besar bisnis punya banyak percakapan, tapi sedikit yang punya corong yang jelas.
Baca selengkapnya →Ada pemilik bisnis yang bertanya ke saya, "bisnis saya sudah bisa di-franchise-kan belum?"
Baca selengkapnya →Ada rapat yang isinya sudah benar, tapi tidak ada satu pun yang berubah sesudahnya.
Baca selengkapnya →Ada satu minggu dalam karier yang jarang disiapkan siapa pun: minggu pertama seorang manajer dinaikkan jadi pemimpin, dan tim yang dulu teman sejawatnya sekarang menunggu arahannya.
Baca selengkapnya →Ada atasan yang setiap masalah timnya selesaikan sendiri, karena itu lebih cepat daripada menjelaskan.
Baca selengkapnya →Ada penawaran yang sebenarnya sudah bagus, harganya wajar, produknya cocok, dan tetap gagal closing.
Baca selengkapnya →Pertanyaan yang paling sering saya dengar dari pemilik bisnis bukan "AI-nya canggih tidak". Pertanyaannya: "mulai dari mana, dan siapa yang mengawasi".
Baca selengkapnya →Saya pernah menutup kelas satu hari dengan peserta yang matanya berbinar, penuh semangat, siap mengubah cara kerjanya besok.
Baca selengkapnya →Ada satu pertanyaan yang selalu saya lempar ke pemilik bisnis yang saya temui, dan hampir semuanya berhenti sejenak sebelum menjawab.
Baca selengkapnya →Saya memetakan bisnis saya sendiri ke empat tingkat otomasi, dan yang paling menampar bukan tingkat teratasnya — tapi menyadari berapa lama saya berhenti di tingkat satu.
Baca selengkapnya →Saya bisa saja cukup melihat ringkasan dashboard. Tapi saya memutuskan membaca 713 percakapan pelanggan satu per satu — bukan sampel, semuanya, sampai selesai.
Baca selengkapnya →Saya pernah diminta memeriksa corong pembayaran sebuah kampus swasta yang tagihannya mati begitu saja. Dugaan saya di awal sama dengan dugaan pemiliknya: tautan pembayarannya rusak.
Baca selengkapnya →Selama satu dekade saya, seperti banyak orang lain, mengukur otomasi dari berapa banyak orang yang bisa digantikan mesin. Semakin sedikit orang, semakin dianggap berhasil.
Baca selengkapnya →Setelah bertahun-tahun mendengar pemilik bisnis salah menebak di bagian mana operasinya paling bergantung pada mereka sendiri, saya menyusun 12 pertanyaan untuk memetakannya secara jujur.
Baca selengkapnya →"Kami sudah pakai AI." Saya dengar kalimat ini hampir di setiap pertemuan. Dan hampir selalu, kalau saya tanya lebih jauh, yang dimaksud adalah balasan otomatis: ketik 1 untuk harga, ketik…
Baca selengkapnya →Sebelum saya menyerahkan satu pekerjaan pun ke mesin, saya memaksa diri melewatkannya lewat empat pertanyaan ini dulu. Kalau salah satu jawabannya tidak, saya belum menyerahkannya.
Baca selengkapnya →Ada tiga pekerjaan yang tidak akan saya serahkan ke mesin, berapa pun canggihnya mesin itu nanti. Bukan karena mesinnya tidak mampu — karena akibat kesalahannya ditanggung orang lain, bukan saya.
Baca selengkapnya →Ada satu gelar yang saya pasang di halaman about saya: Licensed Trainer of NLP. Bukan "NLP Master Trainer". Bedanya bukan soal gaya bahasa, ini soal siapa yang berhak memberi izin…
Baca selengkapnya →Situs putuputrayasa.com yang lama, versi WordPress, sudah lama tidak saya urus. Tapi ternyata dunia belum lupa dengan alamat-alamatnya. Wayback Machine masih menyimpan arsip 4.614 path unik yang pernah pernah ada…
Baca selengkapnya →Di halaman produk saya, hampir semua kelas dan pelatihan punya angka rupiah yang jelas, per orang, per hari, per paket. Tapi satu produk saya biarkan tanpa angka tetap: Sistemasi Bisnis…
Baca selengkapnya →Kalau Anda menelusuri situs saya, dari halaman produk, halaman about, sampai halaman kontak, semuanya mengarah ke satu nomor WhatsApp yang sama: 0811-283-522.
Baca selengkapnya →Setiap minggu ada yang bertanya ke saya versi lain dari pertanyaan yang sama: "kalau saya pasang AI agent di WhatsApp CS, berapa lama sampai lead yang masuk terlayani semua?" Pertanyaan…
Baca selengkapnya →Hampir selalu, ketika pemilik bisnis bilang "kami sudah pakai AI", yang mereka maksud adalah satu tools ditempel di satu titik — chatbot di website, AI menulis draf email, satu laporan…
Baca selengkapnya →Ada satu pertanyaan yang tidak pernah diucapkan keras-keras di rapat, tapi ada di kepala hampir semua orang begitu perusahaan mulai bicara soal AI agent: apakah pekerjaan saya berikutnya yang digantikan?
Baca selengkapnya →Beberapa bulan terakhir saya beberapa kali diajak bicara oleh orang dari dinas dan lembaga daerah yang sedang mempertimbangkan memasang chatbot atau asisten AI di layanan publik mereka. Pertanyaannya hampir selalu…
Baca selengkapnya →