Tentu kita sering mendengar saran, wejangan, atau jurus sakti dari orang-orang sukses yang ceritanya pernah kita dengar. Antara lain adalah, tiga hal yang harus disadari bila seseorang ingin sukses adalah menyadari dan mampu menjawab tiga pertanyaan ini, 1) sedang berada dimana saya, 2) kemana saya hendak pergi, 3) bagaimana saya bisa mencapai ke sana.
Inti dari ketiga pertanyaan sakti tersebut adalah ingin menjadi apa kita dan bagaimana caranya. Akan tetapi, kita tidak akan mampu menjawab pertanyaan tersebut bila kita tidak memiliki sesuatu yang sebenarnya gratis namun sangat berharga, yaitu impian. Lebih jauh lagi, impian tersebut, sesuatu yang kita sebut mimpi itu, bisa memudar oleh waktu, kabur, dan usang bila tidak kita jaga dengan baik. Atau dengan kata lain, seperti sebuah anti virus komputer, semakin jarang diri kita meng-update mimpi kita maka ia tidak setajam dan tidak lagi ampuh daya pikatnya seperti saat kita pertama kali memimpikannya.
Saya termasuk orang yang tidak instan dalam bermimpi. Setiap mimpi, saya jaga dan hayati betul proses serta step by step nya. Saya mempercayai bahwa sesuatu yang dijaga dan diperjuangkan dengan baik akan kokoh dan tidak asal jadi. Mimpi, bisa dimulai karena rasa marah atau takut kita. Saat itu saya bermimpi punya sekolah karena saya marah dengan kondisi kemiskinan. Ketika saya masih duduk di bangku SMA Kelas 1, saya ingin mempunyai sekolah karena saat itu saya diberi beasiswa full, tidak bayar uang sekolah. Saya takut bila kelak kemiskinan lah yang saya wariskan ke anak-anak saya, maka saya berpikir nakal “Kalo saya yagn punya sekolah maka anak saya tidak akan susah sekolah. Ketika itu saya bersungguh-sungguh dengan mimpi tersebut. Meskipun terlihat masih jauh untuk terwujud, saya memulainya dengan melakukan apa yang bisa dilakukan, tanpa menunda sehari pun.
Impian memiliki sekolaha itu saya mulai dari perpustakaan kotor, gelap, dan berdebu yang saya obrak-abrik bukunya untuk saya baca. Kepala sekolah tertarik dengan yang saya lakukan, saya pun dihadiahi buku di depan teman-teman satu sekolah saat upacara bendera karean rajin membaca buku-buku di perpustakaan. Dari mengelola perpustakaan, impian saya terus berproses dengan membentuk study club yang membuat kepala sekolah membiayai saya ikut bimbingan belajar. Keuntungan diikutkan bimbingan belajar tersebut karena kemudian saya menularkan ilmu saya kepada teman-teman yang lain, tidak hanya teman satu angkatan tetapi juga kakak kelas sehingga saat itu justru saya siswa kelas 1 mengajar siswa kelas 3.
Kemudian, pendekatan yang saya lakukan untuk perwujudan mimpi adalah dengan membentuk regu cepat tepat. Memimpin teman-teman, belajar dengan rajin, dan berlatih soal-soal karena bertekad membawa regu saya menjadi juara . Mengajar di study club karena impian saya dalah memiliki sekolah maka harus lah saya bisa mengajar. Dan mengapa saya menjadi garda depan memimpin regu cepat tepat? Karena itu adalah sarana bagi saya untuk berlatih menjadi kepala sekolah. Ketika anda memiliki sebuah mimpi maka lakukanlah hal-hal yang mendekatkan pada mimpi tersebut, setiap hari. Jangan pernah menunda, barang semenit pun, hal yang mendekatkan anda kepada mimpi anda. ketika anda melangkah, mimpi anda lah yang mendekati anda.
Saya merasa hari demi hari mimpi saya semakin dekat seiring percepatan langkah saya. Regu cepat tepat saya mengalahkan regu dari sekolah favorit. Kabar menyebar dengan cepat karena lomba ditayangkan di TVRI. Ucapan selamat berulang kali diputar di radio. Saya sangat bahagia, di atas itu semua bagi saya ini adalah momentum untuk memperkuat kuat mimpi saya memiliki sekolah. Selain dari peristiwa, kekuatan dari mimpi kita akan semakin tampak melalui pertemuan-pertemuan dengan orang lain yang telah lebih dulu sukses. Hal ini sungguh saya rasakan ketika saya dipercaya untuk mengikuti lomba pidato dan menjadi siswa teladan. Saat itu saya mewakili Sumatera Selatan di tingkat nasional. Rasa Percaya diri bahwa mimpi saya akan terwujud semakin besar ketika saya bertemu presiden dan bersalaman dengan beberapa menteri. Bahkan sempat berpikir, suatu ketika saya akan menjadi menteri yang berangkat dari pengusaha, seperti Bapak Abdul Latif pada saat itu.
Peka dan mensyukuri setiap momentum positif adalah kunci mempercepat pencapaian mimpi. Momentum untuk saya bertambah besar ketika saya diterima di UGM tanpa test, lewat jalur Penyaringan Bibit Unggul Daerah (PBUD). Dan, ketika mulai kuliah lah saya mulai menjadi entrepreneur. Berbagai seminar bisnis saya ikuti. Saya mempraktekkan ilmu yang saya dapat dengan membuka bisnis laundry yang modalnya saya dapat dari mengumpulkan diskon dari fotokopi modul teman-teman satu kelas. Kisah-kisah inspiratif dari tokoh-tokoh yang saya kagumi, seperti Pak Sukyatno, pemilik Es Teler 77 yang tidak tamat SMP, Pak Dwi Yanto yang punya Bimbel saat kuliah, dan pemilik jaringan Hotel Vidi yang memulai bisnis Catering dari Rantang Pinjaman tetangga. Kisah dari tiga pengusaha ini, membakar semangat saya, mereka meegaskan bahwa tidak perlu modal besar untuk mulai bisnis.
Sore hari itu matahari bersinar kemerahan di ufuk barat, saya berjalan seperti “melayang” dari KPTU Teknik UGM menuju kos saya. Saya merasa, Tuhan telah “menunjukkan jalan hidup sy hari ini, melalui kisah inspirasi 3 pembicara DIALOG BISNIS” itu. Saya mulai menekuni bisnis pertama saya berupa laundry tersebut. Selain dari modal diskon fotokopi saya juga mendapatkan dari sahabat saya di kampung bapak Made Sumiarta. Kami kongsi-an berdua hingga sekarang, mulaidari bisnis toko komputer hingga perguruan tinggi AKMU Baturaja yang merupakan perwujudan impian saya. Dalam kongsi kami saling melengkapi. Tidak ada manusia yang sempurna, untuk itulah kita perlu berpartner.
Sekarang, setelah membaca tulisan ini, masih ingatkah anda dengan mimpi anda? Masih jelas tergambar di benak ataukah sudah semakin memudar? Setialah pada mimpi anda. Jagalah dengan selalu memberi suntikan energI melalui perbuatan-perbuatan anda yang akan mendekatkan pada mimpi anda. Dengan demikian, impian itu terus hidup dan berkembang, hanya soal waktu untuk menyaksikan impian anda itu tumbuh dewasa dan membanggakan untuk anda.
4 Comments For This Post
3 September 2012 at 13:05
bagaimana cara mewujudkan mimpi pak?dari nusa penida bali
9 September 2012 at 12:11
ya pak dengan membaca artikel ini mengingatkan saya akan mimpi2 saya yg mulai memudar, cita2 sy dulu sama seperti bpk ingin memiliki sekolah gratis krn kemarahan masa kecil sy untuk bisa sekolah sangatlah susah krn keluarga sy yg kurang mampu. tapi sampai saat ini sy masih bingung bagaimana mewujudkannya? semoga dg ini sy bisa mendapatkan cara mewujudkannya. amin. bapak minta trik2/cara/ rahasia untuk dpt mewujudkan my dream, mksh pak.
21 September 2012 at 12:29
Terima Kasih pak inspiratif sekali …
21 October 2012 at 12:20
Perjuangan bapak sungguh luar biasa, saya salut sekali dengan upaya bapak untuk mewujudkan impian bapak tsb. Dan akhirnya berhasil, sukses buat bapak, semoga apa yg menjadi impian bapak selanjutnya bisa terwujud pula………thanks